Plt. Kepala Bakesbangpol Banyuwangi, Agus Mulyono, M.Si, membuka festival
dengan pengguntingan pita di pintu masuk arena acara. Sebelumnya dalam
sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah keberagaman
etnis dan budaya.
Festival ini diawali dengan Diskusi Kebangsaan yang melibatkan perwakilan
lintas etnis di Banyuwangi. Diskusi tersebut dipandu oleh Bung Aguk dengan
narasumber Kadek Yudiana, M.Pd., dan Miskawi, M.Pd., Ketua FPK Banyuwangi.
Mereka membahas peran keberagaman dalam memperkuat harmoni sosial.
Selain diskusi, berbagai atraksi seni turut memeriahkan acara. Drama, puisi, dan tari dari siswa sekolah, madrasah, hingga sanggar seni lokal menampilkan kekayaan berbagai seni dan budaya yang ada di Banyuwangi.
Beragam stand etnis dari suku Osing, Jawa, Arab, Tionghoa, Minang, Batak,
Melayu, Mandar, dan Kalimantan juga menghiasi festival ini. Setiap stand
menampilkan ciri khas budaya masing-masing, mulai dari kuliner hingga
kerajinan.
Sebagai penutup, Yeti Chotimah, M.Pd., guru dari SMPN Rogojampi, membawakan
puisi berbahasa Madura berjudul “Indonesia Setong” (Indonesia
Satu). Puisi ini menyampaikan pesan persatuan di tengah keberagaman.
Festival Kebangsaan Banyuwangi 2024 menjadi momentum untuk mempererat
hubungan antaretnis sekaligus merayakan harmoni yang telah lama terjaga di
Kabupaten Banyuwangi.(AW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jaga kesopanan dalam komentar