BANYUWANGI (Warta Blambangan) Rasa syukur menyelimuti keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi saat bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya tiba pada Sabtu (30/5/2026) pukul 11.30 WIB. Kehadiran hewan kurban tersebut di hari tasyrik terakhir Iduladha 1447 Hijriah disambut penuh kelegaan, seolah menjadi jawaban atas penantian yang disertai doa dan ikhtiar.
Sapi kurban berukuran besar itu tiba di kediaman Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Akhmad Turmudzi, di Desa Tegal Arum, setelah sebelumnya sempat terjadi miskomunikasi dalam proses distribusi bantuan hewan kurban dari Presiden.
Ketua Panitia Kurban PCNU Banyuwangi, Moh. Karyono, mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya telah menerima kabar bahwa PCNU Banyuwangi menjadi salah satu penerima bantuan kurban Presiden. Namun, waktu yang terus berjalan hingga memasuki hari-hari tasyrik sempat menghadirkan kegelisahan karena hewan kurban yang dinanti belum juga tiba.
“Kami sebelumnya telah menerima informasi dan konfirmasi bahwa PCNU Banyuwangi mendapat bantuan hewan kurban sapi dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Namun hingga beberapa hari tasyrik berjalan, sapi yang dinantikan belum juga tiba sehingga sempat menimbulkan kebingungan,” ujarnya.
Dalam suasana penuh harap, komunikasi terus dijalin. Ketua PCNU Banyuwangi bersama berbagai pihak melakukan koordinasi dengan Sekretariat Negara dan PWNU Jawa Timur untuk memastikan amanah tersebut dapat sampai dengan baik.
“Ketua PCNU Banyuwangi juga mendapat konfirmasi dari pihak Sekretariat Negara dan PWNU Jawa Timur mengenai apakah bantuan sapi dari Presiden sudah diterima. Setelah komunikasi intensif dilakukan dengan pihak penyalur, akhirnya sapi didatangkan dari Malang sejak Sabtu dini hari,” tambah Karyono.
Kedatangan sapi kurban itu disambut langsung oleh Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Akhmad Turmudzi, bersama jajaran pengurus cabang, panitia kurban, serta sejumlah pengurus MWCNU se-Kabupaten Banyuwangi. Momentum tersebut menjadi pengingat tentang makna Iduladha sebagai hari berbagi, pengorbanan, dan mempererat tali kasih antarsesama.
Dalam sambutannya, KH. Akhmad Turmudzi menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada warga Nahdliyin Banyuwangi. Ia juga memanjatkan doa agar Presiden diberi kesehatan dan kekuatan dalam mengemban amanah bangsa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi kurban ini. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keamanan, serta kedamaian dalam memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Pada hari yang sama, sapi kurban tersebut langsung disembelih di kediaman Ketua PCNU Banyuwangi. Prosesi penyembelihan dilakukan bersama pengurus dan panitia kurban, lalu dilanjutkan dengan pentasyarufan daging kepada masyarakat sekitar dan warga Nahdliyin yang membutuhkan.
Bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama, kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan jalan menghadirkan keberkahan melalui kepedulian sosial. Daging yang dibagikan menjadi lambang kasih yang dirasakan bersama, bahwa di Hari Raya Iduladha tak boleh ada kebahagiaan yang berhenti hanya di satu pintu.
Rasa haru juga disampaikan Ketua MWCNU Kalipuro, Ayyum Jakfar, yang mengaku baru pertama kali menerima bagian daging kurban bantuan Presiden.
“Sepanjang hidup saya, baru kali ini merasakan bagian daging kurban dari Bapak Presiden. Semoga beliau diberikan kekuatan, kesehatan, serta tetap menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana dalam mengemban amanah bangsa,” tuturnya.
Di penghujung hari tasyrik, tibanya sapi kurban tersebut menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar PCNU Banyuwangi. Sebab dalam setiap amanah kurban, tersimpan pesan tentang keikhlasan, kepedulian, dan ikatan kemanusiaan yang terus dirawat, sebagaimana spirit Iduladha mengajarkan bahwa berbagi adalah jalan merawat keberkahan bersama. (*)










