Pages

PCNU Banyuwangi dan BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Perlindungan Menyeluruh bagi Warga NU

 


Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi terus memperkuat ikhtiar menghadirkan kemaslahatan bagi warga melalui kerja sama strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi. Sinergi tersebut dibangun untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi warga Nahdlatul Ulama, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (6/7/2026). Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi didampingi Sekretaris H. Bisri Musthofa beserta jajaran pengurus menerima kunjungan BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi yang dipimpin Okky Olivia bersama staf.

Dalam pemaparannya, Okky Olivia menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memastikan setiap pekerja memperoleh perlindungan atas berbagai risiko yang mungkin terjadi selama bekerja. Program yang ditawarkan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Ia menyampaikan bahwa salah satu manfaat program tersebut adalah Jaminan Kematian (JKM) dengan santunan sebesar Rp42 juta kepada ahli waris peserta sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, peserta juga memperoleh perlindungan apabila mengalami kecelakaan kerja hingga manfaat jaminan hari tua.

Menurut Okky, dengan premi yang sangat terjangkau, peserta dapat memperoleh manfaat perlindungan yang sangat besar. Karena itu, ia mengajak seluruh warga NU, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal, untuk memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk ikhtiar melindungi diri dan keluarga dari risiko sosial ekonomi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerja sama ini menyasar dua segmen utama. Pada sektor formal, kepesertaan akan diperluas melalui lembaga pendidikan, koperasi, pondok pesantren, dan unit-unit usaha di lingkungan NU. Sementara pada sektor informal, program ini menyasar petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, pekerja mandiri, hingga pekerja sektor swasta yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial.

Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, perlindungan terhadap tenaga kerja merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi dalam menjaga kemaslahatan warga Nahdliyin.

"NU tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga harus hadir memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga. Perlindungan tenaga kerja adalah bagian dari ikhtiar menjaga kesejahteraan dan memberikan rasa aman kepada warga NU beserta keluarganya," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Banyuwangi H. Bisri Musthofa menjelaskan bahwa implementasi program akan dilakukan melalui lembaga-lembaga di bawah PCNU sesuai bidang garap masing-masing agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Untuk implementasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada warga NU, khususnya sektor informal, kami mempercayakan LAZISNU PCNU Banyuwangi sebagai leading sector. Jaringan LAZISNU hingga tingkat MWC dan ranting menjadi kekuatan untuk memperluas perlindungan kepada warga," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk sektor formal, khususnya lembaga pendidikan, kerja sama yang telah terjalin bersama LP Ma'arif NU Banyuwangi akan terus diperkuat.

"Kerja sama yang sudah berjalan melalui LP Ma'arif tentu akan terus kami dorong. Implementasi di lembaga pendidikan dapat langsung dikoordinasikan melalui LP Ma'arif agar pelaksanaannya lebih efektif dan terintegrasi," tambah H. Bisri Musthofa.

Melalui sinergi ini, PCNU Banyuwangi menargetkan semakin banyak warga Nahdlatul Ulama yang terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan. Dengan premi yang relatif kecil namun memberikan manfaat perlindungan yang besar, program ini diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat kesejahteraan dan ketahanan ekonomi keluarga warga NU. Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud khidmah PCNU Banyuwangi dalam menghadirkan perlindungan sosial yang nyata bagi umat, mulai dari lingkungan pesantren, lembaga pendidikan, hingga masyarakat pekerja di berbagai sektor.(HK)

PCNU Banyuwangi dan Formula 1 Perkuat Kolaborasi Lintas Agama Demi Harmoni Sosial dan Kemaslahatan Bangsa

 


Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menerima kunjungan silaturahim jajaran Forum Pemuda Lintas Agama Bersatu (Formula 1) Banyuwangi di Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (6/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antarorganisasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan, persaudaraan kebangsaan, dan kepedulian sosial di Kabupaten Banyuwangi.

Rombongan Formula 1 yang dipimpin Ketua Formula 1 Banyuwangi, Muhson, hadir bersama para pengurus dan penasihat organisasi. Mereka disambut langsung oleh Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi, didampingi Sekretaris H. Bisri Musthofa beserta jajaran pengurus harian PCNU Banyuwangi.

Dalam suasana penuh keakraban, Formula 1 memperkenalkan kepengurusan yang baru sekaligus menyampaikan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama lintas agama. Menurut mereka, kolaborasi tersebut berlandaskan semangat persaudaraan dan kepedulian terhadap persoalan bangsa tanpa mencampuradukkan keyakinan maupun tata cara ibadah masing-masing agama.

Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Bisri Musthofa, menyampaikan bahwa tantangan masyarakat saat ini semakin beragam sehingga memerlukan sinergi dari seluruh elemen bangsa. Menurutnya, persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga pembinaan generasi muda tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi saja.

"Kolaborasi menjadi kebutuhan bersama. Setiap organisasi memiliki potensi dan kekuatan masing-masing. Jika disatukan dalam semangat kemanusiaan dan kebangsaan, maka manfaatnya akan semakin dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama antarlembaga hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi mengingatkan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam menjaga moralitas bangsa. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya datang dari perkembangan teknologi informasi, tetapi juga dari berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, lunturnya etika, dan melemahnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Organisasi kepemudaan harus menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat. Anak-anak muda perlu dibimbing agar memiliki akhlak yang baik, cinta tanah air, dan semangat mengabdi kepada masyarakat," tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama sejak awal berdiri memiliki tanggung jawab menjaga agama sekaligus menjaga keutuhan bangsa. Karena itu, setiap upaya yang memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah merupakan bagian dari pengabdian kepada Indonesia.

Di penghujung audiensi, Penasehat Formula 1 Banyuwangi, Sayuri, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar PCNU Banyuwangi. Ia mengucapkan terima kasih karena telah diterima dengan penuh keterbukaan dan semangat persaudaraan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PCNU Banyuwangi yang telah meluangkan waktu menerima silaturahim ini. Semoga pertemuan hari ini menjadi awal dari komunikasi yang semakin erat dan melahirkan berbagai kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Sayuri berharap hubungan yang telah terjalin dapat diwujudkan dalam aksi-aksi nyata sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa.

"Harapan besar kami, semoga silaturahim ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi berkembang menjadi langkah konkret yang dapat kita kerjakan bersama sebagai persembahan terbaik untuk bangsa Indonesia. Dengan semangat persaudaraan, kami yakin banyak program sosial dan kemanusiaan yang dapat diwujudkan demi memperkuat kerukunan dan kemanfaatan bagi masyarakat," tuturnya.

Audiensi ditutup dengan kesepahaman untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi secara berkelanjutan. PCNU Banyuwangi dan Formula 1 sama-sama meyakini bahwa kerukunan tidak cukup dijaga melalui wacana, melainkan harus diwujudkan melalui kerja bersama yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat persaudaraan, kedua pihak optimistis dapat berkontribusi dalam memperkokoh persatuan, memperkuat harmoni sosial, serta membangun Indonesia yang damai, bermartabat, dan berkeadaban.(HK)

GIAS Resmi Diluncurkan, Pelantikan LAZISNU PCNU Banyuwangi Tegaskan Semangat Kolaborasi dan Pelayanan Umat

Banyuwangi – Pelantikan Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Banyuwangi di Pondok Pesantren Modern Al-Azhar Muncar, Minggu (5/7/2026), menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan filantropi NU di Banyuwangi. Tidak hanya mengukuhkan kepengurusan baru, kegiatan tersebut juga ditandai dengan peluncuran GIAS (Gerakan Istiqomah Shodaqoh) sebagai inovasi dalam memudahkan masyarakat bersedekah secara digital.

Pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, mulai Rais Syuriah, Katib Syuriah, Ketua, Sekretaris, para pengurus lembaga, serta seluruh pengurus LAZISNU dari tingkat cabang, MWC hingga ranting se-Banyuwangi. Dukungan dari berbagai kalangan juga tampak melalui kehadiran para tamu undangan dan ucapan selamat dari sejumlah mitra serta dunia usaha.

Ketua LAZISNU PCNU Banyuwangi, Selamet Rahmat, menyampaikan bahwa amanah kepengurusan baru harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang mampu memberikan manfaat bagi umat. Menurutnya, LAZISNU harus terus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional dan program yang tepat sasaran.

Untuk mewujudkan hal tersebut, LAZISNU Banyuwangi menetapkan lima komitmen utama sebagai arah gerakan organisasi, yaitu mengoptimalkan penghimpunan muzakki, memastikan penyaluran dana tepat sasaran, menghadirkan layanan kesehatan dan pengobatan gratis, memperkuat bantuan di bidang pendidikan dan keagamaan, serta menjaga tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan amanah.

Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH. Fahrudin Manan, dalam arahannya menekankan bahwa kekuatan gerakan sosial Nahdlatul Ulama sangat ditentukan oleh kemampuan LAZISNU dalam membangun kepercayaan para aghniya dan muzakki. Karena itu, diperlukan berbagai strategi yang kreatif dan berkelanjutan agar penghimpunan zakat, infak, dan sedekah semakin berkembang.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, mengingatkan bahwa LAZISNU harus menjadi penghubung berbagai program sosial yang dijalankan oleh lembaga-lembaga di lingkungan NU. Menurutnya, dana yang dihimpun hendaknya tidak hanya disalurkan dalam bentuk santunan, tetapi juga menjadi penguat berbagai program pendidikan, kesehatan, kebencanaan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan ekonomi umat melalui sinergi bersama LP Ma'arif NU, LKNU, LPBI NU, Lakpesdam NU, dan lembaga lainnya.

Momentum yang paling menarik dalam pelantikan tersebut adalah Launching GIAS (Gerakan Istiqomah Shodaqoh). Program ini menjadi ikhtiar LAZISNU Banyuwangi untuk menghadirkan kemudahan berinfak dan bersedekah melalui sistem pembayaran digital menggunakan QRIS yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor 8877881882.

Melalui GIAS, masyarakat kini dapat menyalurkan sedekah kapan saja hanya dengan memindai QRIS melalui telepon genggam. Inovasi ini diharapkan mampu membangun kebiasaan bersedekah secara istiqamah sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan yang dijalankan LAZISNU.

Pelantikan dan peluncuran GIAS menjadi penanda komitmen LAZISNU PCNU Banyuwangi untuk terus bertransformasi sebagai lembaga filantropi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat melalui pelayanan yang profesional, kolaboratif, dan berkelanjutan.(HK)

NGERANDU NU Jadi Awal TURBA PCNU Banyuwangi, Menguatkan Soliditas dari Basis Organisasi

 


Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi memulai agenda TURBA (Turun ke Bawah) melalui program NGERANDU NU dengan mengunjungi dua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), yakni Kalipuro dan Giri, pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal konsolidasi organisasi yang akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh MWCNU se-Kabupaten Banyuwangi.

Mengusung semangat mempererat silaturahim dan memperkuat koordinasi, rombongan PCNU Banyuwangi mengawali kunjungan di Yayasan Syamsul Huda, Bulusan, Kalipuro. Kehadiran jajaran pengurus cabang disambut oleh pengurus MWCNU, ranting-ranting NU, serta seluruh badan otonom dan lembaga NU yang ada di wilayah Kalipuro.

Lebih dari sekadar kunjungan, NGERANDU NU menjadi ruang bertemunya seluruh elemen organisasi. Selain melakukan verifikasi dan validasi kepengurusan mulai tingkat MWC hingga ranting, kegiatan juga diisi dengan dialog antar lembaga dan badan otonom untuk menyamakan arah gerak organisasi serta memperkuat sinergi program hingga tingkat akar rumput.

Ketua MWCNU Kalipuro, H. Ahmad Musta'in, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme warga Nahdliyin yang hadir. Meski kepengurusan MWCNU Kalipuro baru terbentuk pasca konferensi dan belum genap satu bulan berjalan, dukungan dari seluruh unsur NU dinilai sangat luar biasa.

 "Saya benar-benar terharu melihat semangat para pengurus, ranting, dan badan otonom. Ini menjadi energi besar untuk menjalankan amanah organisasi ke depan," ujarnya.

Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menilai kekompakan yang ditunjukkan MWCNU Kalipuro merupakan modal penting dalam membangun organisasi yang kuat. Menurutnya, NU akan semakin kokoh apabila seluruh struktur organisasi berjalan bersama dan saling menguatkan.

Katib PCNU Banyuwangi, K.H. Abdul Qosim, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, juga mengapresiasi suasana kebersamaan yang tercipta. Sebagai warga Kalipuro, ia mengaku bangga melihat semangat baru yang tumbuh di lingkungan MWCNU Kalipuro.

Usai kegiatan di Kalipuro, rombongan PCNU Banyuwangi melanjutkan agenda ke MWCNU Giri pada malam harinya. Bertempat di Kantor MWCNU Giri, seluruh unsur organisasi kembali hadir menyambut kegiatan NGERANDU NU dengan penuh kehangatan.

Dalam kesempatan tersebut, H. Achmad Turmudzi menyampaikan bahwa antusiasme yang ditemuinya di Kalipuro maupun Giri menjadi bukti bahwa warga NU merindukan forum silaturahim yang mempertemukan seluruh elemen organisasi.

"Ternyata yang dirindukan bukan hanya program, tetapi juga perjumpaan. Dari sinilah lahir semangat untuk kembali bergerak bersama. Karena itu, nama NGERANDU NU benar-benar mencerminkan suasana yang kami rasakan di lapangan," katanya.

Ketua MWCNU Giri, Hapidi, menyampaikan apresiasi kepada PCNU Banyuwangi yang memilih turun langsung menemui warga dan pengurus di tingkat kecamatan. Menurutnya, pendekatan seperti ini mampu mencairkan berbagai persoalan organisasi sekaligus membangun optimisme baru bagi seluruh pengurus.

Ia berharap komunikasi yang telah terbangun melalui NGERANDU NU tidak berhenti pada satu pertemuan, tetapi menjadi tradisi baru dalam membangun organisasi yang sehat, terbuka, dan saling menguatkan.

Program TURBA melalui NGERANDU NU dirancang sebagai sarana menyerap aspirasi warga Nahdliyin, memperkuat tata kelola organisasi, serta memastikan seluruh perangkat NU, mulai dari cabang, MWC, ranting, lembaga, hingga badan otonom, berjalan dalam satu semangat dan satu gerak. Dengan demikian, NU di Banyuwangi diharapkan semakin solid dalam menjalankan khidmah kepada umat serta mewujudkan kemaslahatan masyarakat.(HK)

Pemkab Banyuwangi dan BNNK Hadirkan Inovasi Greeting–Closing P4GN, Edukasi Bahaya Narkoba Disisipkan dalam Setiap Layanan Publik

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi meluncurkan inovasi Greeting–Closing P4GN sebagai bagian dari penguatan gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Melalui inovasi tersebut, setiap unit pelayanan publik diharapkan menyisipkan pesan-pesan antinarkoba kepada masyarakat pada akhir proses pelayanan.

Gagasan ini mengemuka dalam audiensi Kepala BNNK Banyuwangi dengan Bupati Banyuwangi yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banyuwangi.


Melalui konsep Greeting–Closing P4GN, petugas pelayanan tidak hanya memberikan layanan yang cepat, ramah, dan profesional, tetapi juga menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba. Edukasi tersebut disampaikan dalam bentuk pesan singkat yang mudah dipahami dan diingat, seperti ajakan menjaga keluarga dari bahaya narkoba, membangun masa depan tanpa narkoba, hingga mewujudkan Banyuwangi Bersinar (Bersih Narkoba).

Bupati Banyuwangi menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, setiap titik pelayanan publik merupakan ruang strategis untuk membangun kesadaran masyarakat karena setiap hari berinteraksi langsung dengan ribuan warga.

"Pelayanan publik tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Melalui pesan-pesan sederhana yang disampaikan secara konsisten, pemerintah dapat mengajak masyarakat untuk menjaga diri, melindungi keluarga, dan bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba," ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala BNNK Banyuwangi menjelaskan bahwa Greeting–Closing P4GN merupakan pendekatan preventif yang sederhana, namun memiliki dampak yang luas. Dengan memanfaatkan seluruh jaringan pelayanan pemerintah, swasta, BUMN, maupun BUMD, pesan-pesan antinarkoba akan terus hadir di tengah masyarakat secara berkelanjutan.

"Setiap pelayanan menjadi kesempatan untuk menanamkan kesadaran kepada masyarakat. Semakin sering pesan tersebut disampaikan, semakin besar pula peluang terbentuknya budaya hidup yang menolak penyalahgunaan narkoba," ungkapnya.

Selain membahas implementasi Greeting–Closing P4GN, pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika. Salah satu langkah yang akan dikembangkan adalah perluasan layanan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) secara bertahap melalui puskesmas atau sistem rayonisasi, sehingga masyarakat yang membutuhkan rehabilitasi rawat jalan dapat memperoleh layanan yang lebih mudah diakses.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menegaskan akan terus memperkuat sinergi bersama BNNK melalui berbagai program P4GN yang mencakup aspek pencegahan, rehabilitasi, edukasi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah desa, dunia usaha, BUMN, BUMD, serta berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu menjadikan Greeting–Closing P4GN sebagai budaya baru dalam pelayanan publik. Dengan demikian, setiap layanan bukan hanya menghadirkan kemudahan administrasi, tetapi juga menjadi media membangun kesadaran kolektif demi terwujudnya Banyuwangi yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Hadapi Keterbatasan Anggaran, Bupati Ipuk Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Perkuat Pelayanan Kesehatan

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Keterbatasan kapasitas fiskal tidak boleh menjadi penghalang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Karena itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan memperkuat sinergi dan kolaborasi agar program-program prioritas tetap berjalan optimal.

Ajakan tersebut disampaikan Ipuk usai menggelar pertemuan bersama berbagai unsur pelayanan kesehatan di Banyuwangi, Kamis (2/7/2026). Menurutnya, seluruh sumber daya yang dimiliki daerah harus diarahkan pada penanganan persoalan kesehatan yang paling mendesak dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

"Saya meminta seluruh stakeholder kesehatan terus memperkuat koordinasi dan bekerja secara terpadu sehingga seluruh potensi yang ada dapat difokuskan pada penyelesaian masalah kesehatan yang menjadi prioritas daerah," ujar Ipuk.

Ia menjelaskan, kondisi keuangan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, saat ini menghadapi berbagai tantangan. Di sisi lain, masyarakat mengharapkan layanan kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, serta memiliki kualitas yang semakin baik. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar pelayanan tetap berjalan efektif meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

"Semua pihak harus saling mendukung dan terhubung sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan dengan lebih mudah dan lebih cepat," katanya.

Dalam pertemuan tersebut hadir ratusan pemangku kepentingan, mulai dari kepala puskesmas, direktur rumah sakit pemerintah dan swasta, pimpinan klinik, perguruan tinggi bidang kesehatan, organisasi profesi kesehatan, hingga perwakilan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Ipuk menegaskan bahwa sejumlah program kesehatan menjadi fokus pembangunan daerah pada tahun ini, antara lain peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit tidak menular, percepatan penanggulangan tuberkulosis dan HIV, penguatan pelayanan kesehatan primer, kesehatan jiwa remaja, serta perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan.


Ia berharap seluruh lembaga dan institusi kesehatan dapat mengintegrasikan program kerja masing-masing dengan agenda prioritas tersebut sehingga hasil yang dicapai semakin optimal.

Kepada seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, Ipuk meminta agar mempertahankan komitmen Zero Penolakan Pasien Gawat Darurat serta memperkuat sistem rujukan dengan puskesmas. Menurutnya, keterhubungan layanan antar fasilitas kesehatan akan mempercepat proses penanganan pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan.

"Dengan sistem rujukan yang terintegrasi, pasien dapat memperoleh pelayanan secara cepat dan efisien. Apalagi hampir seluruh rumah sakit dan klinik di Banyuwangi telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," jelasnya.

Sementara kepada perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan, Ipuk mengajak agar terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah melalui pengembangan riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan berbagai program kesehatan. Peran akademisi dan organisasi profesi juga dinilai penting dalam menjaga kualitas pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan.

Di tingkat pelayanan dasar, Ipuk meminta seluruh kepala puskesmas memperkuat fungsi promotif dan preventif. Salah satunya dengan mengoptimalkan keberadaan lebih dari 2.300 Posyandu yang didukung sekitar 13.000 kader kesehatan sebagai pusat deteksi dini berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kunjungan rumah bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, seperti ibu hamil berisiko tinggi, bayi dan balita, lanjut usia, serta penderita tuberkulosis, HIV, hipertensi, dan diabetes agar kondisi kesehatannya dapat dipantau secara berkelanjutan.

Selain itu, para camat diminta berperan aktif menggerakkan pemerintah desa dan kelurahan, PKK, Posyandu, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendukung berbagai program kesehatan yang dijalankan pemerintah daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspotondo menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah. Dukungan seluruh unsur pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan yang semakin berkualitas.

"Kami mengapresiasi seluruh kontribusi yang telah diberikan para stakeholder kesehatan. Pemerintah berharap tahun 2026 menjadi momentum memperkuat konsolidasi pelayanan kesehatan di Banyuwangi, sehingga seluruh program dapat dijalankan dengan lebih fokus, lebih efisien, dan semakin kolaboratif," pungkas Suyanto.

Jika diinginkan, naskah ini juga dapat diubah menjadi feature dengan gaya sastra-jurnalistik atau menjadi rilis humas resmi Pemkab Banyuwangi yang lebih elegan dan persuasif.

Bupati Ipuk Ingatkan Warga Banyuwangi Cermat Memilih Travel Umrah, Utamakan Biro Resmi Berizin

BANYUWANGI (Warta Blambangan) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih biro perjalanan umrah. Imbauan tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyusul terungkapnya dugaan penipuan yang dilakukan oleh biro perjalanan umrah tidak resmi hingga mengakibatkan sejumlah calon jamaah gagal berangkat ke Tanah Suci.

Menurut Ipuk, pemerintah daerah bersama Polresta Banyuwangi terus berupaya memberikan perlindungan kepada masyarakat agar tidak menjadi korban praktik travel umrah fiktif yang merugikan secara materiil maupun psikologis.

"Kami sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa para calon jamaah yang telah melunasi biaya perjalanan, namun akhirnya tidak dapat berangkat menunaikan ibadah umrah. Karena itu masyarakat harus memastikan bahwa biro perjalanan yang dipilih benar-benar memiliki izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah," ujar Ipuk, Kamis (2/7/2026).


Ia menegaskan, calon jamaah hendaknya tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena tergiur promosi atau penawaran biaya umrah yang jauh lebih murah dibandingkan harga normal. Menurutnya, harga yang tidak masuk akal justru perlu menjadi perhatian karena berpotensi menjadi modus penipuan.

"Pastikan biro perjalanan memiliki legalitas yang jelas, rekam jejak yang baik, serta terdaftar secara resmi di Kementerian Haji dan Umrah. Jangan mudah percaya hanya karena iming-iming harga murah," katanya.

Ipuk juga meminta masyarakat segera melapor kepada aparat penegak hukum apabila menemukan indikasi penipuan atau aktivitas biro perjalanan yang mencurigakan. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan kepolisian untuk menindak pihak-pihak yang merugikan calon jamaah.

"Kami berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat dan mendukung langkah penegakan hukum terhadap pelaku yang merugikan jamaah," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi menjelaskan bahwa hasil pendataan menunjukkan terdapat 44 biro perjalanan haji dan umrah yang beroperasi di Banyuwangi. Namun, hanya sembilan biro yang telah mengantongi izin resmi dan terdaftar di Kementerian Haji dan Umrah.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu melakukan pengecekan legalitas biro perjalanan sebelum mendaftar. Verifikasi dapat dilakukan melalui laman resmi Kementerian Haji dan Umrah maupun dengan mendatangi kantor Kementerian Haji dan Umrah di Banyuwangi.

"Jangan mudah percaya kepada siapa pun, sekalipun yang menawarkan adalah orang yang dikenal. Pastikan terlebih dahulu status legalitas travel yang bersangkutan," ujarnya.

Selain itu, Lanang mengingatkan agar seluruh pembayaran biaya umrah dilakukan melalui rekening resmi perusahaan, bukan ke rekening pribadi agen ataupun perorangan. Bukti pembayaran juga harus disimpan sebagai dokumen penting apabila sewaktu-waktu diperlukan.

"Pembayaran hanya dilakukan ke rekening resmi perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Hindari transfer ke rekening pribadi karena hal tersebut sangat berisiko dan dapat menyulitkan apabila terjadi permasalahan di kemudian hari," pungkasnya.

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger