Banyuwangi – Pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Banyuwangi resmi dikukuhkan pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Banyuwangi. Pengukuhan ini menjadi tonggak penguatan peran Nahdlatul Ulama dalam bidang kesehatan melalui tema "Mewujudkan Zona Hijau Kesehatan dengan Semangat Patriot Muda Kesehatan."
Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan oleh Sekretaris PCNU Banyuwangi H. Moh. Bisri Musthofa, kemudian dilanjutkan baiat pengurus yang dipimpin Wakil Ketua PCNU Banyuwangi H. Guntur Albadri. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi, Ketua LKNU Banyuwangi dr. Sabit Purnomo, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Faiz Fadholi, serta jajaran pengurus NU, tenaga kesehatan, dan undangan dari berbagai instansi.
Dalam pemaparan program kerja, dr. Sabit Purnomo menegaskan bahwa LKNU tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Melalui slogan "LKNU JOS!!!", organisasi ini akan menggerakkan berbagai program strategis, mulai dari pembentukan kader kesehatan NU, edukasi kesehatan berbasis masyarakat, aksi sosial kesehatan, hingga pembentukan Zona Hijau Kesehatan sebagai gerakan kolektif menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Faiz Fadholi, memaparkan kondisi pelayanan kesehatan di Banyuwangi. Ia menjelaskan bahwa dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 1,7 juta jiwa, Banyuwangi saat ini memiliki 13 rumah sakit, terdiri atas 11 rumah sakit swasta dan 2 rumah sakit pemerintah, yakni RSUD Blambangan bertipe B dan RSUD Genteng bertipe C. Sementara itu, RSNU Banyuwangi juga telah berkembang menjadi rumah sakit tipe C yang semakin memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain itu, terdapat sekitar 170 klinik kesehatan yang tersebar di berbagai kecamatan. Meski demikian, Faiz mengungkapkan masih ada sekitar 200 ribu penduduk Banyuwangi yang belum terlindungi BPJS Kesehatan, sehingga diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk memperluas kepesertaan jaminan kesehatan nasional.
Faiz juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sedang mengembangkan konsep Health Tourism Centre, yakni pengembangan sektor kesehatan yang dipadukan dengan potensi pariwisata daerah. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah keterbatasan dokter spesialis, sehingga kolaborasi dengan berbagai institusi, termasuk LKNU, menjadi sangat penting dalam memperkuat sistem layanan kesehatan.
Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi menyampaikan bahwa pengukuhan LKNU bukan sekadar pelantikan kepengurusan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat. Menurutnya, kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kemaslahatan umat, sehingga LKNU harus hadir memberikan solusi, edukasi, dan pelayanan yang nyata.
"LKNU harus menjadi jembatan kolaborasi antara ulama, tenaga kesehatan, pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat. Dengan kebersamaan itulah cita-cita menghadirkan masyarakat yang sehat lahir dan batin dapat diwujudkan," ujarnya.
Melalui kepengurusan yang baru, LKNU PCNU Banyuwangi diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah, rumah sakit, puskesmas, klinik, serta seluruh lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dengan semangat Patriot Muda Kesehatan, LKNU diharapkan menjadi motor penggerak pelayanan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Banyuwangi sebagai daerah yang sehat, tangguh, dan berdaya.(KAF)




.jpeg)



