BANYUWANGI (Warta Blambangan) Sebanyak 325 pasangan pengantin melangsungkan akad nikah secara serentak di berbagai wilayah Kabupaten Banyuwangi pada Jumat (5/6/2026). Tanggal yang bertepatan dengan Jumat Pon dalam kalender Jawa ini menjadi salah satu hari paling sibuk bagi jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) di Banyuwangi sepanjang tahun 2026.
Fenomena membludaknya pelaksanaan pernikahan tersebut tidak lepas dari kepercayaan masyarakat terhadap nilai keberkahan yang melekat pada Jumat Pon. Dalam tradisi Jawa, kombinasi hari dan pasaran tersebut diyakini sebagai waktu yang baik untuk memulai kehidupan rumah tangga karena melambangkan keharmonisan, kemakmuran, dan keberlangsungan keluarga.
Dari perspektif Islam, hari Jumat juga memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Hari yang dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau rajanya hari itu diyakini sebagai waktu yang penuh keberkahan untuk melaksanakan berbagai ibadah, termasuk akad nikah yang merupakan bagian dari penyempurnaan agama dan ikhtiar membangun keluarga sakinah.
Berdasarkan data pelaksanaan nikah yang tercatat dalam aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, KUA Kecamatan Rogojampi mencatat jumlah pelayanan tertinggi dengan 39 akad nikah dalam sehari. Posisi berikutnya ditempati KUA Srono dengan 28 pasangan, disusul KUA Muncar sebanyak 25 pasangan dan KUA Singojuruh sebanyak 23 pasangan.
Sementara itu, wilayah lain juga mencatat angka yang cukup tinggi, di antaranya Kabat 21 pasangan, Cluring dan Genteng masing-masing 13 pasangan, Gambiran, Songgon, dan Glenmore masing-masing 12 pasangan, serta Glagah sebanyak 11 pasangan.
Di tengah padatnya jadwal pelayanan pernikahan tersebut, terdapat salah satu akad nikah yang menarik perhatian di Kecamatan Srono. Salah satu mempelai diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.
Prosesi akad nikah pasangan tersebut berlangsung khidmat dengan menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat, sebagai saksi nikah dan menyampaika khutbah nikah. Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Kemenag Banyuwangi itu menjadi bentuk perhatian sekaligus doa bagi pasangan yang memulai kehidupan baru.
Pelaksanaan dan pengawasan akad nikah dilakukan oleh penghulu KUA Kecamatan Srono, Moh. Fauzan Anshori. Selain menjalankan tugas sebagai penghulu, Fauzan juga dikenal sebagai dai yang aktif di masyarakat serta menjabat sebagai Biro Keuangan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Cabang Banyuwangi.
Tingginya angka pernikahan pada Jumat Pon menunjukkan bahwa tradisi budaya lokal dan nilai-nilai keagamaan masih menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat Banyuwangi dalam menentukan momentum sakral pernikahan. Meski harus melayani ratusan pasangan dalam satu hari, jajaran KUA di berbagai kecamatan tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik agar seluruh prosesi akad nikah berlangsung tertib, lancar, dan penuh khidmat.
Momentum ini sekaligus menjadi gambaran bahwa semangat membangun keluarga yang sah dan berkah masih terus tumbuh di tengah masyarakat Banyuwangi, menjadikan Jumat Pon 5 Juni 2026 sebagai hari istimewa bagi ratusan pasangan yang memulai lembaran baru kehidupan mereka. (dll)








.jpeg)


