Pages

Menag Terbitkan SE Panduan Penyelenggaraan Ibadah saat Idulfitri dan Masjid Ramah Pemudik

 Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi serta Masjid Ramah Pemudik. Regulasi ini menjadi pedoman agar pelaksanaan ibadah Ramadan hingga Idulfitri berlangsung tertib, aman, nyaman, serta menjunjung tinggi nilai toleransi.


Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa surat edaran tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kualitas pelaksanaan ibadah sekaligus menjaga harmoni sosial selama Ramadan hingga momentum Idulfitri.

“Surat edaran ini menjadi panduan bersama agar ibadah Ramadan dan Idulfitri berjalan khusyuk, tertib, serta tetap mengedepankan nilai toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa,” ujar Abu di Jakarta, Senin (9/3/26).

Abu mengatakan, Kemenag mengimbau umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum memperdalam makna ibadah sekaligus memperkuat dimensi sosial keagamaan. Ramadan diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga menjadi sarana penyucian jiwa, pembinaan akhlak, serta penguatan kepedulian sosial.

Selengkapnya, baca: SE Menag No 1/2026 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan, Hari Raya Idulfitri 1447 H, dan Masjid Ramah Pemudik

“Ibadah Ramadan hendaknya menjadi ruang tazkiyatun nafs, memperkuat kesabaran, empati, serta kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari,” kata Abu Rokhmad.

Dalam surat edaran tersebut, Kemenag mengimbau umat Islam untuk mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah selama Ramadan sebagai wujud kepedulian sosial dan upaya meningkatkan kesejahteraan umat. “Kami berharap Ramadan menjadi momentum penguatan solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara tepat sasaran, transparan, dan bertanggung jawab,” kata Abu Rokhmad.

Umat Hindu akan merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada 19 Maret 2026 atau bertepatan dengan penghujung Ramadan. Edaran Menag mengimbau umat Islam untuk menghormati pelaksanaan Nyepi dengan menjaga ketertiban dan ketenangan. “Semangat saling menghargai dan toleransi perlu terus dijaga sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Dalam rangka mendukung kenyamanan pemudik, pengelola masjid dan musala di jalur mudik, diimbau menyediakan layanan Masjid Ramah Pemudik dengan membuka akses masjid selama 24 jam serta menyediakan fasilitas yang memadai. “Masjid di jalur mudik diharapkan dapat menjadi ruang istirahat yang nyaman bagi para pemudik, dengan fasilitas seperti area parkir yang aman, air bersih, tempat beristirahat, hingga fasilitas pengisian daya gawai,” ujar Abu Rokhmad.

Pengelola masjid dianjurkan menyediakan layanan tambahan seperti ruang kesehatan, pusat informasi bagi pemudik, serta air minum atau makanan ringan. “Masjid yang menghadirkan pelayanan terbaik bagi pemudik nantinya akan mendapatkan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas praktik pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tandasnya.

dikuip dari: https://kemenag.go.id/

48 Masjid di Banyuwangi Siap Layani Pemudik dalam Program Masjid Ramah Pemudik 2026

Banyuwangi (Warta Blambangan)  Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, sebanyak 48 masjid di Kabupaten Banyuwangi dipersiapkan menjadi Masjid Ramah Pemudik (MRP) 2026. Masjid-masjid tersebut disiapkan sebagai tempat singgah bagi para pemudik untuk beristirahat, beribadah, dan mendapatkan berbagai layanan dasar selama perjalanan menuju kampung halaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat,  Jumat 06/03/2026) menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pelayanan keagamaan sekaligus pelayanan sosial bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

“Sebanyak 48 masjid di Banyuwangi siap menjadi Masjid Ramah Pemudik. Masjid-masjid ini berada di jalur strategis yang banyak dilalui pemudik, mulai dari Wongsorejo hingga Kalibaru, serta dari kawasan Licin hingga Pesanggaran,” ujar Chaironi.

Menurutnya, keberadaan Masjid Ramah Pemudik menjadi upaya untuk menghidupkan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan bagi masyarakat, khususnya para musafir yang membutuhkan tempat beristirahat.

Berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, 48 masjid yang masuk dalam program Masjid Ramah Pemudik 2026 antara lain:



Dalam program ini, masjid-masjid yang menjadi titik Masjid Ramah Pemudik menyediakan sejumlah layanan bagi para musafir, di antaranya:

  • Membuka akses masjid selama 24 jam

  • Menjaga keamanan masjid dan area parkir

  • Menyediakan toilet bersih dan air wudu

  • Menyediakan fasilitas pengisian daya (charging station) untuk gawai

  • Menyediakan tempat salat yang nyaman

  • Menyediakan area istirahat bagi pemudik

  • Menyediakan pusat informasi perjalanan

  • Menyediakan air minum atau makanan ringan

Selain itu, beberapa masjid juga memiliki kapasitas parkir kendaraan dan daya tampung jamaah yang cukup besar, sehingga memungkinkan pemudik beristirahat dengan aman dan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan.

Chaironi berharap program ini dapat menjadi bagian dari pelayanan umat sekaligus menghadirkan wajah masjid yang terbuka dan ramah bagi siapa saja.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga rumah bagi para musafir. Melalui Masjid Ramah Pemudik, kita ingin menghadirkan masjid yang melayani, memberi kenyamanan, dan membawa keberkahan bagi para pemudik,” pungkasnya.

Program Masjid Ramah Pemudik 2026 ini diharapkan dapat membantu menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman, nyaman, dan penuh nilai kebersamaan selama momentum Idulfitri 1447 Hijriah.

Program BEN -NLR Indonesia Gelar Validasi Data Penerima Manfaat Dukung Banyuwangi Inklusif


 BANYUWANGI
– Dalam upaya memperkuat layanan inklusif bagi anak dan remaja penyandang disabilitas, Rumah Literasi Indonesia bersama Yayasan Aura Lentera Indonesia menggelar Pertemuan Validasi Data Program Building Effective Network (BEN), Selasa (3/3/2026), di Hotel Aston Banyuwangi.

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–17.00 WIB ini diikuti 45 peserta dari unsur pemerintah daerah, akademisi, tenaga pendidik, serta organisasi penyandang disabilitas.

Tunggul Harwanto dari Rumah Literasi Indonesia memaparkan latar belakang dan tujuan program BEN. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Banyuwangi menjadi satu-satunya klaster yang dipercaya menjalankan tiga proyek sekaligus yakni Building Effective Networt (BEN) Pemberdayaan Disabilitas Berbasis Jejaring Masyarakat,MYP Pengembangan Potensi Anak dan Remaja Difabel, Down Syndrome & OYPMK serta Body Talk SRHR Perkembangan Kesehatan Reproduksi.


Kepercayaan tersebut diberikan karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas dan pengembangan daerah inklusif yang didukung Bupati hingga ragam elemen. 

“Kami berharap melalui pertemuan ini, sinergi antar sektor semakin kuat sehingga pelayanan terhadap penyandang disabilitas dapat berjalan terpadu dan berkelanjutan,” ujar Tunggu yang punya aktivitas PAUD Sahabat Kecil, Taman Edukasi Lingkungan dan Taman Baca Masyarakat. 

Program BEN merupakan inisiatif yang didukung oleh Liliane Fonds Netherlands dan NLR Indonesia. Program ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan layanan inklusif melalui pendekatan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM). Pertemuan ini menjadi forum untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun langkah kolaboratif berbasis data yang valid dan terintegrasi.


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda, S.Sos., MBA., MM, hadir sebagai pembicara kunci sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta sistem database yang terintegrasi.

“Pemerintah daerah menyambut baik inisiatif ini. Validasi dan integrasi data merupakan langkah strategis untuk memastikan program tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sesi diskusi dengan fasilitator Indah Catur Cahyaning Tyas dari Yayasan Aura Lentera Indonesia menghadirkan 2 narasumber dari unsur Pendidikan dan Kesehatan. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Alfian, M.Pd.,  memaparkan pentingnya penguatan jejaring lintas sektor guna mendukung pengembangan sekolah inklusif. Ia juga mengusulkan agar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dilibatkan dalam kegiatan selanjutnya karena keterkaitannya dengan data kependudukan.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, H. Amir Hidayat, S.K.M., M.Si., menyoroti pentingnya pengembangan layanan kesehatan inklusif berbasis analisis kebutuhan dan data yang akurat serta ramah Disabilitas. 

Peserta yang hadir adalah anggota Forum RBM (Rehabilitasi Bersumber daya Masyarakat) yang menjadi inti Building Effective Network. Mereka antara lain berasal dari Dinas Sosial dan PPKB,  Bappeda, Camat Kalipuro dan Rogojampi, Kepala Puskesmas Klatak dan Gladag serta  kepala desa/lurah, tenaga pendidik dari sekolah inklusif dan SLB, serta organisasi seperti Perkins, GERKATIN, HWDI, dan Aisyiyah.

Tunggul Harwanto dan Indah Catur Cahyaningtyas selaku Leader Tim Transisi Banyuwangi menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan menyusun perencanaan berbasis data, memperkuat peran Forum RBM, serta membangun komitmen kolaboratif antar pemangku kepentingan di tingkat kabupaten untuk kepentingan program hingga tahun 2028.


Diskusi berlangsung aktif dalam sesi tanya jawab. Masfufah, S.Pd., Ketua Yayasan Matahati, menyampaikan harapan agar pendampingan dan layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas semakin diperkuat apalagi regulasi jelas. Yudi, guru dari SDN 2 Gladag juga mengungkapkan tantangan terkait seorang siswa dengan disabilitas intelektual yang orang tuanya tidak berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Selain itu, Bung Aguk Wahyu Nuryadi yang terlibat dalam pendataan anak dan remaja disabilitas, membagikan temuan lapangan, khususnya terkait tantangan layanan di puskesmas dan sekolah hingga koordinasi yang baik dengan sekdes. 


Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi dan integrasi layanan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Banyuwangi, menuju sistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan menyongsong program 3 tahun yang simulator April 2026.(Andre R Waluyo/Q'Nin/JN)

The Most KUA Serentak se-Jawa Timur, Banyuwangi Gelar 31 Lokasi dengan 2.912 Peserta

Banyuwangi, (Warta Blambanga)— Program The Most KUA (Move for Sakinah) yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dilaksanakan secara serentak di seluruh Jawa Timur pada Rabu (04/03/2026). Di lingkungan , kegiatan ini digelar di 31 lokasi dengan jumlah peserta mencapai 2.912 orang.

Ribuan peserta tersebut terdiri atas 27 kegiatan bimbingan remaja usia sekolah, 1 kegiatan bimbingan remaja usia nikah, serta 3 kegiatan Pusaka Sakinah. Salah satu kegiatan Pusaka Sakinah dilaksanakan di aula bawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dengan menghadirkan kelompok keluarga muslim sebagai peserta utama. 


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menyampaikan bahwa pelaksanaan The Most KUA di Banyuwangi tidak hanya dilakukan secara serentak pada hari ini, tetapi juga akan berlanjut sepanjang bulan Ramadan.

“Selain dilaksanakan serentak hari ini bersama seluruh Jawa Timur, kegiatan ini akan terus kita lanjutkan selama Ramadan sebagai bagian dari penguatan fungsi KUA dalam membina keluarga dan generasi muda,” ujarnya.

Secara substansial, kegiatan untuk kelompok keluarga muslim diarahkan pada penguatan nilai keluarga sakinah–maslahat. Materi yang disampaikan meliputi komunikasi sehat dalam keluarga, kehadiran emosional antaranggota keluarga, pembagian peran yang proporsional, serta penguatan fungsi keluarga dalam kehidupan sosial masyarakat.

Pendekatan yang digunakan bersifat reflektif dan dialogis, mendorong keluarga untuk mengevaluasi praktik relasi sehari-hari serta memperkuat keteladanan di lingkungan sekitar. Materi tidak terbatas pada modul yang tersedia, melainkan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan peserta dan konteks sosial masing-masing wilayah.


Di tingkat provinsi, kegiatan The Most KUA se-Jawa Timur dibuka secara daring oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bakhtiar, dari aula . Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan dan peran strategis KUA di tengah masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap program dan pelayanan di KUA semakin baik, semakin responsif, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.

The Most KUA tahun ini selaras dengan tema besar Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni “Joyful Ramadan Mubarak 1447 H/2026 M.” Konsep Joyful Ramadan bertujuan menghadirkan suasana bulan suci yang menggembirakan, inklusif, dan sarat aksi sosial. Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat ketahanan keluarga, solidaritas sosial, dan harmoni umat.

Melalui gerakan serentak ini, KUA diharapkan semakin bergerak aktif sebagai pusat layanan keagamaan dan pemberdayaan keluarga, tidak hanya sebagai tempat pencatatan pernikahan, tetapi juga sebagai ruang edukasi, pembinaan, dan penguatan peradaban keluarga muslim.

#TheMostKUA
#KUABergerak
#JoyfulRamadanMubarak1447H
#KeluargaSakinahMaslahat

UPGRADING 2026: Pembekalan Pengurus Baru HMPS Bioteknologi Genom Periode 2026


UPGRADING 2026: Pembekalan Pengurus Baru HMPS Bioteknologi Genom Periode 2026 melalui Tema “Pengembangan dan Penguatan Diri untuk Mewujudkan HMPS Bioteknologi Genom yang Inovatif dan Berkualitas”

Kota Malang, Jawa Timur – Kegiatan UPGRADING 2026 dengan mengusung tema “Pengembangan dan Penguatan Diri untuk Mewujudkan HMPS Bioteknologi Genom yang Inovatif dan Berkualitas” telah terselenggarakan dengan sukses pada tanggal 15 Februari 2026 bertempat di Aula Gedung B20 Lantai 2 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Jl. Cakrawala No.5, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, dan dihadiri oleh 41 pengurus baru HMPS Bioteknologi Genom 2026. Tema "Pengembangan dan Penguatan Diri untuk Mewujudkan HMPS Bioteknologi Genom yang Inovatif dan Berkualitas" diangkat berdasarkan kesadaran bahwa kualitas himpunan sangat bergantung pada kapasitas dan kompetensi setiap kepengurusan di dalamnya. Pengurus yang memiliki pemahaman mendalam tentang sistem organisasi, keterampilan manajerial yang baik, serta integritas tinggi akan mampu menggerakkan roda himpunan secara efektif dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh pengurus.

Pemaparan Materi 1

Kegiatan UPGRADING 2026 dimulai pada pukul 08.00 hingga 13.40 WIB, diawali dengan pembukaan acara oleh MC dan dilanjutkan doa bersama hingga menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UM, dan Mars HMPS Bioteknologi Genom sebagai bentuk jiwa nasionalisme dan menyatukan peserta dalam semangat kebersamaan di tengah keberagaman. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana UPGRADING 2026, Ketua Umum HMPS Bioteknologi Genom, dan Dosen Pendamping HMPS Bioteknologi Genom sekaligus menandai resminya dimulai kegiatan UPGRADING 2026. Seusai sambutan, seluruh peserta, pemateri hingga panitia melakukan sesi dokumentasi awal acara guna mengabadikan momen atmosfer dan antusiasme seluruh hadirin di awal kegiatan. Sebelum memasuki acara inti, MC serta PJ jargon memandu jargon untuk menyalakan energi positif dan semangat kebersamaan di awal acara, serta pembacaan tata tertib untuk menciptakan kedisiplinan, kondusifitas, dan memberikan panduan jelas sehingga acara dapat berjalan lancar. Sebelum memasuki pemaparan materi, peserta terlebih dahulu diarahkan untuk melakukan pre-test guna mengukur pemahaman awal mengenai materi yang akan diberikan.

Kegiatan ini turut menghadirkan pemateri yang berpengalaman dalam bidangnya guna memberikan materi-materi yang akan digunakan untuk satu periode ke depan dalam HMPS Bioteknologi Genom 2026. Sebagai permulaan, materi yang disampaikan yakni mengenai Dinamika Organisasi dan Pengenalan Kabinet Periode 2026. Kemudian, dipaparkan juga mengenai visi misi dari Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum yang menjadi landasan berjalannya kepengurusan. Materi pertama dipaparkan oleh Saudari IZ Fathma Agmadina selaku Ketua Umum HMPS Bioteknologi Genom 2026 dengan menarik sehingga dapat membuat peserta turut aktif dalam diskusi yang dilakukan.

Pemaparan Materi 2

Tidak lengkap jika organisasi berjalan tanpa adanya sistem administrasi yang sistematis, maka dari itu penyampaian materi dilanjutkan oleh Kepala Staf Administrasi HMPS Bioteknologi Genom 2026, Saudari Putri Balqis Maulidiyah yang mengangkat topik Pengelolaan Administrasi dalam Himpunan. Pemaparan format dan penjelasan mengenai sistem administrasi yang terorganisir, diharapkan dapat memberikan wawasan yang baik bagi peserta untuk pelaksanaan agenda maupun program kegiatan yang akan dijalankan nantinya.

Materi ketiga yang dibawakan oleh Saudari Azzahrah Aulia Rahma yang pernah menjabat sebagai Pimpinan Sidang I Periode 2024/2025. Materi diawali dengan pengertian dan kebutuhan masing-masing bentuk persidangan, perangkat sebagai pelengkap pada kegiatan persidangan, istilah-istilah yang akan sering digunakan dalam persidangan serta teknik pengetukan palu yang dilakukan oleh pimpinan sidang sebagai simbolis suatu hasil keputusan.

Jalannya sebuah kegiatan agenda maupun program kegiatan juga didukung dengan adanya aliran dana yang dikelola guna menunjang jalannya kegiatan tersebut. Pemaparan materi dilanjutkan oleh Saudari Adila Ihsanty Hasanah Muzahid yang pernah menjabat sebagai Bendahara Umum HMPS Bioteknologi Genom Periode 2025. Materi disampaikan secara sistematis dan informatif, menekankan pentingnya manajemen keuangan yang baik dalam mendukung keberlangsungan organisasi.

Pemaparan Materi 3

Setelah usai memberikan penjelasan, setiap pemateri diberikan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi dari panitia penyelenggara acara. Para peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif yang tinggi dalam sesi tanya jawab, di mana berbagai pertanyaan diajukan terkait mekanisme kerja organisasi, sistem administrasi, pengelolaan keuangan, hingga teknik pelaksanaan persidangan. Hal ini mencerminkan kebutuhan mendesak para pengurus baru akan informasi dan pemahaman yang komprehensif untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik. Keaktifan dalam bertanya juga menunjukkan kesadaran bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan kesempatan berharga untuk memperoleh bekal praktis dan wawasan strategis yang akan menjadi fondasi kinerja mereka selama satu periode kepengurusan ke depan.

Sebagai bentuk pengukuran tercapainya kegiatan, para peserta melakukan post-test sesuai dengan materi yang telah diberikan. Berdasarkan angket kepuasan peserta, kegiatan UPGRADING 2026 memperoleh penilaian yang sangat positif dari peserta, di mana mayoritas dari responden memberikan nilai “puas” hingga “sangat puas” terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Apresiasi positif diberikan baik dari segi materi yang disampaikan, maupun dari aspek kesiapan teknis penyelenggaraan acara. Hasil evaluasi ini menjadi indikator keberhasilan acara sekaligus motivasi bagi kepengurusan untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan himpunan di masa mendatang. Salah satu pengurus baru dari Badan INTRON, yaitu Nurul, turut memberikan kesan dan pesan terkait pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyampaikan kesan tentang bagaimana materi yang dibawakan sangat bermanfaat bagi pengurus baru yang belum terlalu paham tentang bagaimana alur kerja himpunan, terutama dalam menjalankan sebuah program kegiatan. Selain dari segi penyampaian materi, sesi ice breaking yang diberikan juga tak kalah memberikan kesan yang baik dan kembali memberikan semangat untuk melanjutkan rangkaian acara. Nurul juga menilai dari segi pelaksanaan sudah dilakukan dengan baik, dan harapannya untuk acara di tahun yang akan datang bisa terlaksana lebih baik lagi. Peserta lain yang hadir turut memberikan kesan pesan selama acara berlangsung. Pengurus dari Bidang GEN, yaitu Aurora, menyampaikan kesannya bahwa acara ini penting dalam memulai dunia organisasi di perkuliahan, di mana banyak informasi baru dan menarik yang bisa ia dapatkan dari acara ini. Dalam pelaksanaannya, Aurora menikmati acaranya mulai dari segi pembawaan materi hingga sesi ice breaking.  Ia juga memberikan nilai bonus atas fasilitas konsumsi yang disediakan dan berterima kasih atas kerja keras para panitia penyelenggara.

Pemaparan Materi 4

Melalui kegiatan UPGRADING 2026, diharapkan para pengurus baru dapat memahami bagaimana alur kerja dalam HMPS Bioteknologi Genom untuk satu periode ke depan. Kegiatan ini juga menjadi momen di mana semua badan maupun bidang dapat berkumpul dan berinteraksi agar lebih mengenal satu sama lain guna menciptakan kepengurusan yang solid. UPGRADING 2026 tidak hanya menjadi sebuah acara formal, melainkan first impression tentang bagaimana berbagai karakter personal pengurus bisa disatukan dengan kerja sama dan hubungan yang menjunjung profesionalisme antarpengurus. Sebagai penutup, terselenggaranya UPGRADING 2026 dapat berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antarpanitia, partisipasi aktif peserta, juga atas berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Besar harapan terjalinnya hubungan yang harmonis dan saling mendukung di antara seluruh pengurus himpunan, di mana setiap individu merasa dihargai, didengar, dan memiliki ruang untuk berkembang. Lebih dari sekadar rekan kerja, pengurus diharapkan dapat membangun ikatan sebagai keluarga besar yang saling peduli dan gotong royong menghadapi tantangan bersama. (IZ FATHMA AGMADINA/Bung Aguk/JN)

Dokumentasi Akhir Kegiatan

CATATAN BERITA KEGIATAN ;

PENYELENGGARA : HMPS BIOTEKNOLOGI GENOM 2026

DOSEN PENDAMPING : Dr. Muh Ade Artasasta, S.Si.

KETUA PELAKSANA  : Naurah Radhwaa Murad

KETUA UMUM  : IZ Fathma Agmadina

TANGGAL KEGIATAN : 15 Februari 2026

TEMPAT KEGIATAN : Aula Gedung B20 Lantai 2 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

KRITERIA LAYANAN : Jenis Program Layanan dan Pembinaan Kesejahteraan

TARGET PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
SDGs ke-4 : Pendidikan Berkualitas
SDGs ke-16 : Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat

MENTAL KEBANGSAAN  :  Pendidikan norma, etika, pembinaan karakter, dan soft skills mahasiswa

Rukyatul Hilal di Pantai Pancur Alas Purwo, Kemenag Banyuwangi Ajak Jaga Kondusivitas Jika Terjadi Perbedaan

Banyuwangi (Warta Blambangan) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi melaksanakan rukyatul hilal penentuan awal Ramadan 1447 H di Pantai Pancur, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Selasa (17/02/2026). Kegiatan ini dihadiri unsur Kementerian Agama, Pengadilan Agama Banyuwangi, perwakilan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTAI), serta organisasi kemasyarakatan Islam di Banyuwangi.

Rukyatul hilal dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Cluring, Gufron Musthofa. Sementara dari Pengadilan Agama Banyuwangi, sidang rukyat di tempat dipimpin oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Banyuwangi bersama jajaran hakim untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan syariat dan peraturan perundang-undangan. 


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, dalam sambutannya mengajak seluruh pihak menjadikan potensi perbedaan penetapan awal Ramadan sebagai hikmah dan ruang perenungan, bukan sebagai sumber konflik.

“Kita jadikan atensi bersama, apabila terjadi perbedaan antara kita dengan saudara-saudara yang lain, antara satu kelompok dengan kelompok yang lain, perbedaan itu kita jadikan hikmah dan renungan bahwa ilmu Allah SWT sangat luas. Mana yang benar itu urusan Allah, tugas kita adalah berupaya semaksimal mungkin agar apa yang kita lakukan paling tidak mendekati kebenaran menurut keyakinan masing-masing,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perbedaan penentuan awal puasa, apakah dimulai pada Rabu atau Kamis, tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan. Menurutnya, yang terpenting adalah semangat menjalankan ibadah puasa itu sendiri.

“Yang salah itu bukan yang berbeda. Selama sama-sama berpuasa, insyaallah sama-sama benar. Jangan sampai perbedaan kecil berkembang menjadi konflik. Bagaimana mungkin kita ramai bermusuhan karena perbedaan tanggal, sementara masih ada saudara-saudara kita yang belum berpuasa, belum salat, dan belum menunaikan zakat,” tegasnya.

Chaironi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas Banyuwangi. “Mari kita jaga Banyuwangi sebaik-baiknya. Siapa lagi yang akan menjaga daerah tercinta ini kalau bukan kita semua. Semoga Banyuwangi tetap aman, kondusif, dan dalam lindungan Allah SWT,” ucapnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan rukyatul hilal, meskipun fasilitas di lokasi masih terbatas. Ke depan, pihaknya akan berupaya meningkatkan sarana dan prasarana agar pelaksanaan rukyat dapat berjalan lebih optimal.

Pelaksanaan rukyatul hilal di Pantai Pancur pada sore hari berlangsung dalam kondisi cuaca mendung sehingga posisi matahari tidak dapat terlihat secara jelas. Hasil rukyat dari daerah akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI.

Penetapan resmi awal Ramadan 1447 H selanjutnya menunggu hasil sidang isbat yang diumumkan secara nasional.

SMP Qur'an Akmalul Muhsinin Talkshow Di Radio Komunitas Planet FM dan Medsos Sinergi Media



Menyongsong Ramadhan 1447 H, pengasuh Ponpes Akmalul Muhsinin -Karangbaru-Panderejo Banyuwangi, KH Imam Hasan Thoha berkenan silaturahmi ke pengasuh Yayasan Sahal Suhail Bajulmati dan Ke tokoh agama sekaligus Tomas Ketua Forum BPD Desa Se-Wongsorejo, Sabtu, (14/2/26).

KH Imam bareng Kepala SMP Qur'an Akmalul Muhsinin H. Wawuh Sondi Purnomo, ST, Gr  talkshow  di Radio Komunitas  Planet FM Bajulmati-Wongsorejo.

Dalam talkshow yang dipandu host Hadi Purwanto begitu inspiratif  sosialisasi pentingnya paham makna bacaan Al-Qur'an dan remaja tahu syariat Islam melakoni ibadah wajib rukun Islam serta jadi tauladan yang beradab di lingkungannya. "Dengan metode I'rab murid jadi paham tafsir dan makna yang dibaca. Soal hafal Al-Qur'an itu bonus dan butuh amalan individu yang siap kami terima sorogan tiap hari atau tiap minggu sesuai kemampuan! " tampah KH Imam Thoha Hasan alumni Ponpes Alasan Amien Prenduan Sumenep ini.

Siaran di freqwensi 107,7 MHz  yang juga live FB dan YouTube Radio itu juga melayani pertanyaan nitizen soal sistem SPMB dan proses  SMP Qur'an membentuk karakter

remaja yang cenderung sudah kecanduan HP untuk bisa jadi imam sholat yang khusuk dan fasih serta kelas 9 sudah mampu jadi khotib jum'atan.

Talkshow ini juga dimuat di portal online Sinergi Media dan medsos Gotong royong'45.

Menurut H Wawuh,  peserta didik tak harus mukim di pondok. Kok mau mondok tentu akan ada nilai plus madin kitab serta akrab dengan huruf pegon. Biaya sekolah hanya 50 ribu perbulan dan akomodasi di pondok sebulan hanya 300 ribuan saja. "Ke depannya untuk makan siang bisa ke UMKM sekitar sekolah dan siap menerima MBG! " tutur  pengurus PERGUNU dan LPPTKA-BKPRMI ini yang sehari-hari pengampuh pengembangan mutu SMK Negeri Kalipuro ini.

 Beliau juga melayani pertanyaan dan pendaftaran untuk tahun ajaran baru 2026/2027 di nomernya  081281856321."Terima kasih koordinator KKM dan K3S yang telah memberi kesempatan kami berkabar ke anak-anak dan wali murid kelas 6! " ungkap Hariyanto--walisantri asal Kepundungan Srono ini.

Untuk sosialisasi SMPQ selain silaturahmi dan  media mainstream serta medsos, juga terjunkan tim lapangan  ke SD/MI yakni Edi, Hariyanto dan Syaifudin didampingi Yudha Hari Setiawan, SE, SH. Di pondok Jl Kopral Sanusi 32 Panderejo ada admin Abidin Zaen HP 083875684605 yang juga LKSA Graha Anak Sholeh yang asah asih asuh yatim dhuafa.

Selain ekstrakurikuler hadrah dan tilawah, SMPQ juga mengembangkan minat bakat di bidang khitobah, puisi, qishah, pidato serta jurnalistik dan konten kreatif yang dilatih Seniman Aguk Darsono dari Sanggar Merah Putih'45.

Usai talkshow kedua narasumber juga direkam kultum untuk diputar ulang jelang berbuka puasa.



Selama talkshow ditemani alumni Institut Ibrahimi Sukorejo Ustadz Arif Kuswardoyo,S.Ag-PPPK Penyuluh Agama Islam, Mas Anton wartawan Vivanews.

Usai sholat Maghrib berjamaah di Masjid jamik, silaturahmi ke  kediaman H. Hasan  Bashori di Sidodadi. Kediaman yang jadi saksi 5 Oktober 2024 KH Azaim Sukorejo menikahkan putrinya yang hafidzah alumni Yogyakarta yang dinikahi hafidz asal Rogojampi alumni Salafiyah Sukorejo.

Sesungguhnya juga rencana mohon restu ke Ra Fadhol Alasbuluh sebagai keluarga besar Ponpes Nurul Jadid Paiton .(AWN/HP/JN-SC)

 
Copyright © 2013. Warta Blambangan - Semua Hak Dilindungi
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger